Wasit Asing Liga 1 Jadi Korban Intimidasi, Salah Siapa?

GilaBola08- Baru-baru ini terkuak sebuah insiden memalukan dalam sepakbola Indonesia. Presiden Borneo FC, Nabil Husein, diketahui mengintimidasi wasit asing saat klubnya jumpa Bali United, 11 September 2017, di Stadion Segiri, Samarinda.

Dalam laporan pertandingan, Nabil disebutkan mendatangi wasit asing yang bertugas di Liga 1, Rysbek Shekerbekov. Ketika itu, Nabil melakukan aksi intimidatif dengan melemparkan uang ke arah wajah Rysbek.

Bukan cuma itu. Dia pun melakukan isyarat potong leher kepada Rysbek.

Kasus ini pun masuk ke ranah Komisi Disiplin PSSI. Hingga akhirnya, Borneo FC disanksi, tak boleh menggelar laga kandang di Stadion Segiri selama empat pertandingan.

“Perilaku itu sebenarnya bicara mental dan sikap seseorang. Makanya, ada sanksi jika ada yang melakukan tindakan kurang baik. Oknum ofisial Borneo mendekati dan berusaha mencekik wasit. Lalu, melempar uang di depan wasit,” kata Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru, Tigorshalom Boboy.

Di awal, LIB berharap pengunaan wasit asing bisa menjadi sebuah solusi dalam proses perbaikan pengelolaan pertandingan dan kualitas pengadil di Indonesia. Sebab, selama ini wasit Indonesia kerap disalahkan oleh berbagai pihak akibat keputusan-keputusan yang tak tepat.

Tak jarang, wasit-wasit lokal mendapatkan tekanan di atas lapangan dari para pemain hingga pemangku jabatan sepakbola lain. Tapi, nyatanya wasit asing pun mendapatkan intimidasi pula dari pemangku jabatan sepakbola nasional.

“Jika kami sudah menghadirkan wasit asing dan mereka telah bekerja dengan tegas, maksimal, tapi masih ada intervensi, maka itu arogansi pemangku jabatannya yang bermasalah,” kata Tigor. (hd)

Persija Jakarta merupakan salah satu klub yang harus bermain di luar kota. Tanda kalau Ibukota krisis stadion. Tapi tahukah Anda, apa stadion pertama di Jakarta dan sejarahnya? 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *